Di kota kecil yang kerap gelap saat jam makan malam, Raka—siswa SMA dari keluarga serba pas-pasan—berusaha menyeimbangkan kerja di pabrik bata dan panggilan menulisnya. Ditantang ayah yang pragmatis dan disemangati Bu Ratri serta Sinta, ia menulis esai “Rumah yang Menyimpan Bau” tentang hal-hal paling dekat: dapur, gang, hujan, dan retakan plafon. Tawa teman-teman—bahkan perundungan d…
Di Jogja, Nara dan Aksa—dua perantau yang sama-sama mencari arah—bertemu di angkringan dan tanpa sengaja mengenal Tinta Wening, cairan magis yang mampu memperlihatkan kemungkinan pilihan hidup dengan tebusan kecil: melupakan hal-hal remeh. Dari meja belajar hingga studio sketsa, dari lorong Tamansari hingga kabut Kaliurang, mereka belajar bahwa garis takdir bukan sekadar ramalan di telapak …